Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat berikan materi tentang kehutanan kepada siswa dan siswi kelas X SMAN 1 Banyuwangi untuk memupuk jiwa kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan serta menanamkan semangat untuk mencintai dan menjaga eksistensi hutan, di Gedung Serbaguna SMAN 1 Banyuwangi Jl. Ikan Tongkol Nomor 22, Desa Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, pada Jum’at (24/04/2026).
Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat yang diwakili oleh Kasubsi Hukum Kepatuhan, Eko Hadi mengatakan bahwa peran generasi muda yaitu siswa dan siswi SMAN 1 Banyuwangi dalam melestarikan alam adalah sebagai agent of change (agen perubahan), edukator, dan inovator yang menggerakkan aksi nyata.
“Mereka berperan penting dalam mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan, melakukan mitigasi perubahan iklim, serta memanfaatkan teknologi untuk kampanye konservasi secara berkelanjutan, ” kata Eko Hadi.
“Hutan adalah penopang kehidupan yang vital, berfungsi sebagai paru-paru dunia yang menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida. Hutan mengatur tata air, mencegah banjir dan tanah longsor, menyediakan sumber daya alam (kayu dan non-kayu), serta menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati. Hutan juga mencegah erosi dan menjaga suhu bumi, ” jelasnya.
“Dalam pengelolaan hutan lestari yang berkelanjutan (sustainable) yang dilakukan oleh Perhutani harus memberikan manfaat secara ekologi atau lingkungan (planet) dengan melibatkan sosial kemasyarakatan (people) dan memberikan keuntungan (profit) kepada masyarakat disekitar hutan dan Perusahaan, ” tegasnya.
Siswi kelas X bernama Angel menyambut baik apa materi yang disampaikan oleh Petugas Perhutani, dari sini dia paham akan pentingnya hutan kelestarian alam bagi kehidupan tidak hanya manusia tapi juga Binatang dan tumbuh tumbuhan serta ekosistem yang ada.
“Sebagai generasi muda kami siap bersama dengan Perhutani dan semua pihak untuk menjaga dan melestarikan hutan agar bermanfaat bagi kita dan anak cucu kita nantinya, ” ujar Angel.
Dalam penyampaian materi kehutanan tersebut dilakukan dengan interaktif melalui tanya jawab dan para siswa siswi sangat antusias diselingi dengan pemberian hadiah bagi siswa dan siswi yang aktif dan mampu menjawab pertanyaan.

Octavia Ramadhani